Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Dari Tata Buat Aidan

Aku merindukan langkah-langkah kecilnya di setiap sudut lantai rumah. Aku merindukan tangannya menarik tanganku, memintaku menjaga langkahnya. Aku merindukan tawanya. Aku merindukan seruannya. Heuh, sepi rasanya waktu Aidan sudah pulang kembali ke rumahnya di Tangerang. Bukan berlebihan rasanya kalau aku bilang, cowok kecil ganteng itu membawa hampir separuh intensitas tawaku setiap hari bersamanya. Setiap lihat boneka Patrick-ku, nggak bisa enggak inget Aidan. Aidan pernah suka sama boneka Patrick itu, pernah dibawa-bawa dan gedenya hampir sama sama dia, pernah dicium, pernah digigit... Pampersnya juga masih ada yang ketinggalan, beberapa bajunya juga ditinggal. Di kulkas masih ada buah naga sisa juga, setengahnya udah dibikin campuran ager-ager. Sepatu bau yang ditinggal di mobil itu juga. Corn flakes yang udah aku makan habis itu juga. Semuanya bau Aidan. Kerasa banget sepinya kalau pas malem. Pagi bangun tidur juga. Kalau naik mobil juga. Aidan, Tata (tante) kangen... ...