26 Januari - 25 Februari 2018
Aku pulang. Lagi.
Pulang kali ini tidak sesepi kemarin, meski teman-temanku yang berkuliah di universitas lain sedang tidak libur. Nyatanya, kami sempat nonton Dilan bersama.
Ya, aku dan 5 orang temanku nonton Dilan. Sedikit informasi, itulah pertamakalinya aku nonton film di bioskop. Dan film pertama yang kutonton adalah Dilan yang jujur saja memang membuat baper. Apalagi waktu itu kami juga triple date. (Nggak deng, cuma 3 cowok dan 3 cewek aja gitu). Kami dapat jadwal pukul 21.45, padahal rencananya mau yang 19.00 tapi tiketnya sudah habis. Tak apa, kami tetap senang.
Film selesai menjelang tengah malam. Mall sudah tutup. Keempat temanku pulang ke kost masing masing di daerah sekitar UGM UNY. Awalnya, aku berencana untuk menginap di kost salah satu temanku juga. Tapi ternyata, salah seorang temanku harus pulang sendiri. Banyak beredar kabar kejahatan begal ataupun klithih di sekitar Jalan Wates, membuatku tidak tega membiarkannya pulang sendirian. Jadi, aku ikut pulang bersamanya.
Selain itu, aku juga sempat bewisata ke Ketep Pass bersama ibuku. Menyenangkan sekali bisa menghabiskan waktu bersama ibu. Selain ke Ketep, aku dan ibu juga pergi ke beberapa tempat wisata lain. Namun, Ketep tetap paling istimewa. Kami bisa melihat gagahnya gunung merapi dan merbabu dari jarak dekat serta pemandangan lembahnya yang cantik. Saat itu gerimis, membuat udara terasa sangat dingin sampai aku tidak bisa merasakan pipiku. Tapi hatiku hangat.
Aku dan ibuku juga sempat berwisata ke Kebun Bunga Matahari yang sedang viral di internet. Kami pergi pada siang bolong, matahari bersinar terik membuat kami tidak betah lama-lama di kebun itu.
Bersama Ari dan Zulfa, kami sempat pergi bersama ke dua tempat wisata. Pada hari pertama, kami pergi ke Pantai Glagah. Kebetulan, waktu itu kami pergi pada hari Senin pada jam sekolah, jadi tempat itu relatif sepi. Hanya ada beberapa orang yang hendak memancing dan beberapa kelompok ibu-ibu. Di Glagah, kami hanya duduk-duduk dan tertawa-tawa selama kurang lebih 3 jam. Menyenangkan, dengan angin pantai yang menyapu wajah kami, kami bercerita tentang hari-hari yang kami lalui tanpa satu sama lain dan membuat lelucon tentang artis-artis mancanegara.
Pada hari kedua, aku, Ari, Zulfa, dan seorang temanku yang lain berwisata ke The Lost World Castle di kawasan Gunung Merapi. Ketika kami berangkat, cuaca cukup cerah. Kami bahkan sempat berhenti di sekitar Tugu dan makan siang di warung di pinggir jalan. Namun, di perjalanan menuju Jalan Kaliurang, mendung mulai berkumpul dan hujan mulai turun. Kami sempat ragu, tapi akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Sayangnya, ketika sampai di tujuan, hujan masih turun sama derasnya. Jadi, kami harus berkeliling dengan mengenakan jas hujan.
Tidak hanya berwisata, selama liburan, aku mengikuti kepanitiaan untuk Try Out USM PKN STAN yang diadakan oleh organdaku. Sangat menyenangkan, aku jadi tau teman-teman sekabupaten yang sebelumnya belum kukenal karena berasal dari SMA yang berbeda. Apalagi, lokasi try out berada di SMAku, jadi aku mendapatkan kesempatan untuk bernostalgia. Aku bahkan sempat memasuki ruang kelas yang kutempati selama dua tahun. Dan, alhamdulillah, try out berjalan lancar.
Selain try out, aku juga sempat mengikuti Makrab Pengurus Organda di wilayah Kaliurang. Dari kabupatenku, hanya ada 3 orang yang menjadi pengurus organda. Agak grogi memang ketika harus menghabiskan 2 hari 1 malam dengan orang-orang yang belum kukenal, namun justru di situlah aku harus menguatkan diri dan menikmati proses yang selama ini cenderung kuhindari. Aku bercita-cita untuk bisa pergi ke manapun tanpa harus merasa asing, jadi aku harus mendorong diriku untuk berkenalan dengan banyak orang di banyak tempat dan komunitas.
Dan... Tak lupa pada awal kepulanganku, aku juga meghadiri perayaan ulangtahun Casello English Organisation yang ke lima. Organisasi itu pernah menjadi rumahku, masih menjadi rumahku, dan akan menjadi rumahku. Perayaan ulangtahun yang disusun oleh adik-adik kelas terasa jauh lebih meriah daripada tahun-tahun sebelumnya. Meski bukan merupakan sebuah pesta, tapi cukup banyak yang hadir, baik dari anggota aktif maupun alumni.
Alhamdulillah, liburanku terasa menyenangkan. Meski masih ada hari-hari di mana aku merasa kesepian, tapi aku sadar bahwa sebenarnya kita merasa kesepian karena kita memilih untuk merasa kesepian. Kita enggan pergi keluar, enggan membaca buku, enggan mencoba hal-hal baru dan memilih untuk merasa kesepian di rumah.
Sekarang, kembali ke Bintaro! Lipatgandakan semangat dan tekad. Semester ini, lampaui kemarin!
-irtupard-
Aku pulang. Lagi.
Pulang kali ini tidak sesepi kemarin, meski teman-temanku yang berkuliah di universitas lain sedang tidak libur. Nyatanya, kami sempat nonton Dilan bersama.
Ya, aku dan 5 orang temanku nonton Dilan. Sedikit informasi, itulah pertamakalinya aku nonton film di bioskop. Dan film pertama yang kutonton adalah Dilan yang jujur saja memang membuat baper. Apalagi waktu itu kami juga triple date. (Nggak deng, cuma 3 cowok dan 3 cewek aja gitu). Kami dapat jadwal pukul 21.45, padahal rencananya mau yang 19.00 tapi tiketnya sudah habis. Tak apa, kami tetap senang.
Film selesai menjelang tengah malam. Mall sudah tutup. Keempat temanku pulang ke kost masing masing di daerah sekitar UGM UNY. Awalnya, aku berencana untuk menginap di kost salah satu temanku juga. Tapi ternyata, salah seorang temanku harus pulang sendiri. Banyak beredar kabar kejahatan begal ataupun klithih di sekitar Jalan Wates, membuatku tidak tega membiarkannya pulang sendirian. Jadi, aku ikut pulang bersamanya.
Selain itu, aku juga sempat bewisata ke Ketep Pass bersama ibuku. Menyenangkan sekali bisa menghabiskan waktu bersama ibu. Selain ke Ketep, aku dan ibu juga pergi ke beberapa tempat wisata lain. Namun, Ketep tetap paling istimewa. Kami bisa melihat gagahnya gunung merapi dan merbabu dari jarak dekat serta pemandangan lembahnya yang cantik. Saat itu gerimis, membuat udara terasa sangat dingin sampai aku tidak bisa merasakan pipiku. Tapi hatiku hangat.
Aku dan ibuku juga sempat berwisata ke Kebun Bunga Matahari yang sedang viral di internet. Kami pergi pada siang bolong, matahari bersinar terik membuat kami tidak betah lama-lama di kebun itu.
Bersama Ari dan Zulfa, kami sempat pergi bersama ke dua tempat wisata. Pada hari pertama, kami pergi ke Pantai Glagah. Kebetulan, waktu itu kami pergi pada hari Senin pada jam sekolah, jadi tempat itu relatif sepi. Hanya ada beberapa orang yang hendak memancing dan beberapa kelompok ibu-ibu. Di Glagah, kami hanya duduk-duduk dan tertawa-tawa selama kurang lebih 3 jam. Menyenangkan, dengan angin pantai yang menyapu wajah kami, kami bercerita tentang hari-hari yang kami lalui tanpa satu sama lain dan membuat lelucon tentang artis-artis mancanegara.
Pada hari kedua, aku, Ari, Zulfa, dan seorang temanku yang lain berwisata ke The Lost World Castle di kawasan Gunung Merapi. Ketika kami berangkat, cuaca cukup cerah. Kami bahkan sempat berhenti di sekitar Tugu dan makan siang di warung di pinggir jalan. Namun, di perjalanan menuju Jalan Kaliurang, mendung mulai berkumpul dan hujan mulai turun. Kami sempat ragu, tapi akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Sayangnya, ketika sampai di tujuan, hujan masih turun sama derasnya. Jadi, kami harus berkeliling dengan mengenakan jas hujan.
Tidak hanya berwisata, selama liburan, aku mengikuti kepanitiaan untuk Try Out USM PKN STAN yang diadakan oleh organdaku. Sangat menyenangkan, aku jadi tau teman-teman sekabupaten yang sebelumnya belum kukenal karena berasal dari SMA yang berbeda. Apalagi, lokasi try out berada di SMAku, jadi aku mendapatkan kesempatan untuk bernostalgia. Aku bahkan sempat memasuki ruang kelas yang kutempati selama dua tahun. Dan, alhamdulillah, try out berjalan lancar.
Selain try out, aku juga sempat mengikuti Makrab Pengurus Organda di wilayah Kaliurang. Dari kabupatenku, hanya ada 3 orang yang menjadi pengurus organda. Agak grogi memang ketika harus menghabiskan 2 hari 1 malam dengan orang-orang yang belum kukenal, namun justru di situlah aku harus menguatkan diri dan menikmati proses yang selama ini cenderung kuhindari. Aku bercita-cita untuk bisa pergi ke manapun tanpa harus merasa asing, jadi aku harus mendorong diriku untuk berkenalan dengan banyak orang di banyak tempat dan komunitas.
Dan... Tak lupa pada awal kepulanganku, aku juga meghadiri perayaan ulangtahun Casello English Organisation yang ke lima. Organisasi itu pernah menjadi rumahku, masih menjadi rumahku, dan akan menjadi rumahku. Perayaan ulangtahun yang disusun oleh adik-adik kelas terasa jauh lebih meriah daripada tahun-tahun sebelumnya. Meski bukan merupakan sebuah pesta, tapi cukup banyak yang hadir, baik dari anggota aktif maupun alumni.
Alhamdulillah, liburanku terasa menyenangkan. Meski masih ada hari-hari di mana aku merasa kesepian, tapi aku sadar bahwa sebenarnya kita merasa kesepian karena kita memilih untuk merasa kesepian. Kita enggan pergi keluar, enggan membaca buku, enggan mencoba hal-hal baru dan memilih untuk merasa kesepian di rumah.
Sekarang, kembali ke Bintaro! Lipatgandakan semangat dan tekad. Semester ini, lampaui kemarin!
-irtupard-








Ku tak diajak CEO party kemarin :(
BalasHapus