5 November
It's my birthday, I know. But that's not what I'm gonna talk about.
Seseorang (sebut saja Kak Yasin) bertanya padaku apakah aku menganggap ulangtahun adalah sesuatu yang istimewa dan kenapa.
Jawabanku adalah iya dan tidak tau.
Tapi pertanyaan itu terus bersarang di benakku bahkan setelah 3 soal Lab AKM kemudian.
Tapi aku tau kenapa aku menjawab 'tidak tau'. Karena aku memang memiliki kesulitan untuk menjelaskan nama, sebab, dan alasan dari perasaan atau preferensi yang kumiliki. Tidak pernah mudah bagiku menjawab pertanyaan 'kenapa' yang diikuti dengan kata 'kamu'. I just simply can't explain myself.
Tapi sekarang, aku tau kenapa aku menganggap ulangtahun itu penting.
Setelah berkata tidak tau, aku sempat bergumam bahwa 'it's nice to feel appreciated sometimes' tapi aku mengulum ucapan tersebut, entah Kak Yasin mendengarnya atau tidak. Kenapa aku tidak mengatakannya keras-keras? Karena kurasa kalimat itu terdengar terlalu sendu. Haha.
Tapi sebenarnya, tidak tepat seperti itu.
Keluargaku (setidaknya yang kuingat) bukan tipe keluarga yang dipenuhi wejangan-wejangan formal yang bisa dijadikan quotes apik atau ditulis sebagai reminder. Tidak. Di keluarga kami, nilai-nilai kebaikan tumbuh secara implisit dalam kehidupan sehari-hari. Aku tidak akan memungkiri bahwa Alm. Bapak sering menceritakan kisah masa lalunya yang penuh perjuangan dan sarat kesan, tapi beliau selalu membiarkan kami mengambil pelajaran kami sendiri dari cerita tersebut.
Perasaan jarang diungkapkan secara gamblang di antara kami. Ungkapan-ungkapan kami lebih bersifat fungsional. Jika orang-orang sering berkata bahwa Ibu mereka adalah satu-satunya orang yang memuji mereka cantik/ganteng, ibuku tidak begitu.
That's why I really appreciate my birthday.
Pada hari ulangtahunku, Bapak dan Ibu akan mengucapkan selamat ulangtahun, lalu menyampaikan doa-doa yang selama ini mungkin hanya menjadi pembicaraan rahasia antara beliau dengan Yang Maha Kuasa. Bagiku, ulangtahun adalah... Apa ya namanya...
Momen vulnerable?
Ya, kurang lebih begitu.
Pada ulangtahun ke 17 di mana tahun tsb adalah terakhir kalinya kurayakan bersama Bapak, Bapak hampir lupa mengucapkan padaku sebelum beliau berangkat bekerja. Aku sedang mandi, beliau yang sudah siap berangkat kerja mengetuk pintu kamar mandi dan menyempatkan untuk mengucapkan 'selamat ulangtahun ya Nduk'.
Jadi... Ya. Begitu.
Butuh banyak sekali kekuatan dan energi bagiku untuk menemukan dan menyimpulkan alasan mengapa aku menganggap ulangtahun begitu istimewa. I know I don't need to explain myself to others, but little did I know I need to explain it to myself.
Terimakasih kepada teman-teman semuanya atas doa dan ucapan ulangtahun kali ini. Semuanya saya aamiin-i dan semoga juga kembali kepada kalian.
-irtupard
Komentar
Posting Komentar