Demotivasi. Futur.
Dua kata yang belakangan sering kudengar, baik dari diriku sendiri maupun dari orang-orang di sekitarku. Keduanya memiliki arti yang mirip dalam hal yang berbeda. Ketika aku mencari definisi artinya, keduanya dijelaskan oleh satu kata yang sama : lemah.
Keduanya bisa disebabkan oleh berbagai hal. Karena aku bukan ahli dalam bidang apapun, maka aku tak akan menjelaskan secara detail dan menyeluruh. Yang kutau, keduanya adalah hal yang wajar.
Yang sering menjadi pertanyaan adalah : bagaimana bangkit dari hal itu?
Jika kita mencari di google 'cara mengatasi demotivasi', akan banyak hasil yang keluar yang menjanjikan solusi untuk bangkit dari demotivasi. Tentu, google selalu tau cara memberikan opsi. Tapi, untuk memilih di antara opsi itu, google menyerahkan sepenuhnya kepada kita.
Ada banyak cara, tentu saja. Namun, tidak semua cara itu akan manjur pada demotivasi kita. Ya, demotivasi kita, bersifat posesif. Benar, bisa dibilang hampir semua orang di dunia ini pernah mengalami demotivasi. Tapi demotivasi kita berbeda dengan demotivasi mereka. Entah dari sebab, akibat, maupun cara menangani, mungkin saja berbeda.
Cara-cara mengatasi demotivasi yang muncul dari pencarian google bisa semuanya manjur pada kita, bisa juga tidak ada yang manjur. Tidak apa jika caramu mengalahkan demotivasi berbeda dengan cara mereka, berbeda dengan caraku. Kamu yang paling tau. Orang lain mungkin akan membantu, memberi sudut pandang lain dan mengawasi titik-titik butamu. Namun, kamu yang tau.
Kamu yang tau apa yang kamu butuhkan. Jika kamu merasa demotivasimu akan hilang dengan cara berkumpul dengan orang-orang penuh semangat, lakukan. Jika demotivasimu akan hilang dengan cara menonton film inspiratif, lakukan. Apapun, tapi kamu harus melakukan sesuatu.
Kamu yang tau dan kamu yang bisa merasakan perasaanmu jauh lebih baik dari siapapun. Bukan berarti orang lain tidak bisa membantu, tapi kamu yang memilih bagaimana dan oleh siapa kamu ingin dibantu.
Tak apa. Ketika demotivasi datang, kamu yang tau jurus terjitumu. Jika kamu belum menemukan, selamat mencari. Yang terpenting, hanya kamu yang bisa mengalahkan demotivasimu. Dan kamu pasti bisa. Bagaimana caranya, sepertinya akupun tidak akan paham jika kamu berusaha menjelaskan kepadaku, karena kamu yang paling paham dan mengerti.
-irtupard-
Dua kata yang belakangan sering kudengar, baik dari diriku sendiri maupun dari orang-orang di sekitarku. Keduanya memiliki arti yang mirip dalam hal yang berbeda. Ketika aku mencari definisi artinya, keduanya dijelaskan oleh satu kata yang sama : lemah.
Keduanya bisa disebabkan oleh berbagai hal. Karena aku bukan ahli dalam bidang apapun, maka aku tak akan menjelaskan secara detail dan menyeluruh. Yang kutau, keduanya adalah hal yang wajar.
Yang sering menjadi pertanyaan adalah : bagaimana bangkit dari hal itu?
Jika kita mencari di google 'cara mengatasi demotivasi', akan banyak hasil yang keluar yang menjanjikan solusi untuk bangkit dari demotivasi. Tentu, google selalu tau cara memberikan opsi. Tapi, untuk memilih di antara opsi itu, google menyerahkan sepenuhnya kepada kita.
Ada banyak cara, tentu saja. Namun, tidak semua cara itu akan manjur pada demotivasi kita. Ya, demotivasi kita, bersifat posesif. Benar, bisa dibilang hampir semua orang di dunia ini pernah mengalami demotivasi. Tapi demotivasi kita berbeda dengan demotivasi mereka. Entah dari sebab, akibat, maupun cara menangani, mungkin saja berbeda.
Cara-cara mengatasi demotivasi yang muncul dari pencarian google bisa semuanya manjur pada kita, bisa juga tidak ada yang manjur. Tidak apa jika caramu mengalahkan demotivasi berbeda dengan cara mereka, berbeda dengan caraku. Kamu yang paling tau. Orang lain mungkin akan membantu, memberi sudut pandang lain dan mengawasi titik-titik butamu. Namun, kamu yang tau.
Kamu yang tau apa yang kamu butuhkan. Jika kamu merasa demotivasimu akan hilang dengan cara berkumpul dengan orang-orang penuh semangat, lakukan. Jika demotivasimu akan hilang dengan cara menonton film inspiratif, lakukan. Apapun, tapi kamu harus melakukan sesuatu.
Kamu yang tau dan kamu yang bisa merasakan perasaanmu jauh lebih baik dari siapapun. Bukan berarti orang lain tidak bisa membantu, tapi kamu yang memilih bagaimana dan oleh siapa kamu ingin dibantu.
Tak apa. Ketika demotivasi datang, kamu yang tau jurus terjitumu. Jika kamu belum menemukan, selamat mencari. Yang terpenting, hanya kamu yang bisa mengalahkan demotivasimu. Dan kamu pasti bisa. Bagaimana caranya, sepertinya akupun tidak akan paham jika kamu berusaha menjelaskan kepadaku, karena kamu yang paling paham dan mengerti.
-irtupard-
Komentar
Posting Komentar