Langsung ke konten utama

Talking Cheese (it's actually about books)

I just finished a book titled Who Moved My Cheese? by Spencer Johnson I thought it was a step-by-step self-improvement book, but it wasn’t exactly that.

OK a little back story. I went to two different malls yesterday with Mbak Utak. Our main intention was to shop for Lebaran. We went to Lotte first and found nothing. Then, we continued our journey (weseh) to Bintaro Plaza.
Susah ya nulis pake Bahasa Inggris haha. Lanjut pake Bahasa Indonesia aja deh.
Yah tentunya dengan budget mahasiswa seperti kami, walaupun nyari bajunya ke BP, tetep aja masuknya ke Cahaya. Setelah muter-muter dan ngacak-acak itu toko, ternyata kami nggak nemu yang cocok. Karena udah pusing banget, akhirnya aku minta buat dianter ke Gramedia.

Oh iya, backstory dari backstory. Aku tiba-tiba pengen banget beli buku karena paginya pas kuliah, salah satu dosen (Pak Nadhief) memotivasi anak-anak di kelas buat benar-benar memanfaatkan kesempatan yang kami punya sekarang. Dengan sekolah gratis, fasilitas yang memadai, dan lingkungan yang mendukung, harusnya kami bisa mempelajari sesuatu yang tidak diberikan di kelas, atau sesuatu yang diberikan di kelas, tapi lebih dari itu.
Aku biasanya sedih kalau denger motivasi semacam ini karena aku ngerasa belum menemukan passion ataupun hobby. Tapi satu-satunya hal yang kepikir adalah pengen beli buku. Apakah hobbyku adalah membeli buku hehehehe.

Balik ke BP, akhirnya kami masuk Gramedia. Pas masuk, pasti langsung kalap ngelihat novel. Untung langsung inget tujuan awal dan melesat ke rak non-fiksi. Di situ awalnya buku yang menarik perhatianku adalah soal kepemimpinan. Dari judulnya bener-bener banyak yang menarik. Tapi kemudian, aku mengingat budget hmmm.
Di tengah terbatasnya sumber daya (ehe), aku menanyai diriku sendiri sebenernya apa yang aku butuhkan saat ini. Kalau aku baca buku soal kepemimpinan itu, apakah potensi nilai tambahnya bakal bisa kumanfaatkan. Apa yang belakangan terjadi?

Yang belakangan terjadi, adalah kamu kebingungan tentang apa yang kamu inginkan. Kamu terlalu banyak berpikir tentang apa yang kamu sukai dan apa yang tidak. Kamu sering sekali berbicara pada dirimu sendiri. Kamu sering menangis, entah karena merasa kesepian atau karena sebab yang dirimu sendiri tidak mengerti. Belakangan, kamu berpura-pura berdamai dengan dirimu sendiri. Kamu bukan sedang berdamai, kamu sedang kalah.

Jadi, aku berpindah satu rak dan menemukan buku self-improvement berjudul Heart Talk dari Cleo Wade yang sampai saat ini belum kubaca. Kalau kubaca dari synopsis di cover belakangnya, sepertinya buku ini membicarakan tentang apa yang belakangan melandaku.
Yak, setelah itu baru aku menemukan Who Moved My Cheese? Aku tertarik karena buku itu membahas tentang cara menghadapi perubahan dalam hidup, mengenai apapun. Selama ini aku merasa bahwa segala kegalauan dan kesenduan yang kualami diakibatkan oleh perubahan dalam hidupku yang kurasa terlalu besar dan cepat.

Aku sudah selesai membaca Who Moved My Cheese?. Buku itu menginspirasiku, tapi aku tak yakin apakah buku itu akan mampu membuatku bergerak. Kurasa aku harus mampu. Mungkin harga buku itu yang lumayan mahal bisa menjadi tambahan motivasi.
Aku akan menulis lagi jika ada hal yang menurutku kulakukan karena buku itu. Jika kalian tertarik, kalian boleh meminjam buku itu. Hubungi saja dyahrizkianggitaputri@gmail.com

-irtupard-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

why birthdays are sad

  Hari ulangtahun adalah hari yang secara umum dianggap sebagai hari bahagia . Sebagian orang mungkin menganggap ulangtahun sebagai hari biasa , tidak ada yang perlu dirayakan . Keduanya valid, kita semua punya alasan ( ataupun tidak ). Kita mungkin sudah sering mendengar kedua hal tersebut , orang yang menganggap hari ulangtahun sebagai hari spesial dan orang yang biasa saja . Namun , taukah kamu beberapa orang justru sedih atau sendu pada hari ulangtahunnya ?   Sebagian orang menyebut fenomena ini sebagai birthday blues , sebagian yang lain menyebutnya sebagai birthday depression . M ungkin ad a banya k nam a dan sebuta n lain untu k fenom en a in i . Jau h sebelu m ak u mula i mencar i tah u mengena i ha l in i , ak u suda h serin g bertanya-tany a kepad a dirik u sendir i , mengap a serin g kali ak u meras a send u , sedi h , gunda h , gala u , meran a pada har i ulang tahunk u ? Peras...

About November

Ketika aku menulis ini, di luar sedang hujan. Aku sedang mengambil jeda sejenak di antara jadwal belajarku untuk mempersiapkan UTS semester 7. UTS kali ini, aku belajar lebih banyak, karena lebih banyak ketertinggalan yang kumiliki. Meski semester lalu sudah menjalani rutinitas yang kurang lebih sama, belajar di rumah dalam artian yang sebenarnya, namun semester ini banyak hal yang berbeda. Tidak ada lagi hitung-hitungan memusingkan kepala, yang ada adalah materi yang menuntut ketenangan dan kejernihan pemahaman. Sambil menulis ini, selain ditemani deru deras hujan, playlist Spotify berjudul    it's raining and you're looking at the window at 2 am   meminjamiku tambahan nuansa sendu. Untuk pertamakalinya dalam empat tahun, aku menikmati November di rumah. November tidak dikenal sebagai bulan apa-apa bagi sebagian orang, kecuali kawan-kawan kampus yang mungkin mengasosiasikan November dengan UTS. Namun bagiku, November tentu saja bulan yang tidak biasa. Aku tidak se...

Will You Miss Me?

Bakal kangen aku ra? Will you miss me? Beberapa dari teman-temanku menerima pesan semacam itu dariku malam itu. Aku mengirim pesan itu kepada 54 kontak whatsapp. Tidak semuanya terkirim, beberapa sudah berganti nomor dan alhasil pesan itu tidak sampai. Tapi Alhamdulillah 95% sampai. Beberapa langsung menjawab, beberapa bertanya ‘ngopo e Put?’ Jadi, kenapa? Diawali percakapan dengan salah seorang teman (Jamil, haha), kami membicarakan tentang satu kalimat pendek. ‘People change’. Kami membahas beberapa teori khas remaja (haha) seperti bahwa ‘semua orang berubah, hanya saja ketika seseorang berubah dan seorang yang lain berubah, perubahan mereka bisa menuju ke arah yang sama dan cocok atau menuju arah yang berlawanan yang membuat mereka merasa tidak menyukai satu sama lain’. Selain itu juga teori bahwa ‘seseorang selalu berubah menjadi seseorang yang dia bilang tidak akan jadi seperti itu’. Apaan sih, hehe. Lalu aku mulai bertanya-tanya, ‘Aku juga berubah don...