Langsung ke konten utama

thank you 2019, hello 2020


Selamat tahun baru 2020!
Kenapa ya manusia tuh suka banget membagi-bagi waktu menjadi periode-periode, seperti jam, hari, tahun? 

Malam tahun baru kemarin, aku di rumah sama Bundo. Agak gerimis dari sore, makanya kami nggak ke mana-mana. Selain itu, pagi sampai siangnya kami udah jalan-jalan ke Gunung Gajah sama Gua Seplawan. Pemandangannya bagus banget Gunung Gajah, naiknya lumayan bikin capek juga karena lumayan tinggi dan terik. Waktu itu nggak begitu rame, pas bareng kami naik cuma ada satu dua keluarga sama dua orang pacaran. Kalau di Gua Seplawan lebih rame lagi, ada beberapa rombongan pake bus kecil. Aku sama Bundo nggak masuk terlalu jauh ke guanya karena licin dan gelap, cuma di pintu masuk terus belok ke jalur keluarnya aja.
Sorenya kami udah capek. Sebenernya Bundo punya rencana buat pergi sama temen-temennya tapi karena gerimis jadi di rumah aja. Kami berdua cuma nonton TV sampai jam 9. Setelah itu, ternyata di tetangga ada yang bakar-bakar, jadi Bundo gabung ke situ. Karena lagi seru baca Wuthering Heights, aku nggak gabung dan di rumah aja.




Seru banget ya, haha.

Aku udah mikirin resolusi buat 2020 walaupun setelah baca buku The Art of Thinking Clearly agak ragu kalau resolusi bakal bermanfaat sama sekali. Tapi nggak apa-apa, deh. Ini resolusiku buat 2020
  • Olahraga rutin. Awal tahun lalu aku sempat banyak olahraga karena waktu itu lagi diet. Sebenernya udah nemu polanya biar bisa rutin, tapi karena tujuannya cuma buat diet, jadi pas diet udah selesai olahraganya juga nggak semangat. Untuk tahun 2020 aku mau olahraga buat menjaga kesehatan dan kebugaran!

  • Makan lebih sehat. Sehat di sini dalam artian menunya lengkap dan seimbang. Memang agak susah buat menerapkan ini karena kalau beli sayur di warung makan sekitar kos jarang banget ada sayuran hijau. Maka dari itu, akhir tahun lalu aku menyiasatinya dengan beli sayur mentah dan dimasak sederhana (biasanya direbus sebentar) kalau nggak bisa beli sayur matang.

  • Menurunkan berat badan. Iya, walaupun tahun lalu sudah turun lumayan banyak dan dari BMInya pun masih normal, tapi aku masih merasa butuh nurunin beberapa kilogram lagi. Bedanya, tahun ini aku akan lebih santai dan nggak restricting.
  • Membaca lebih banyak buku yang lebih beragam. Sejak dua tahun lalu aku pasang target minimal buku yang mau kubaca dalam setahun. Alhamdulillah, selalu tercapai dan enggak merasa keberatan. Tahun ini aku pasang target jauh lebih banyak. Selain secara kuantitas, aku mau meningkatkan kualitas bacaanku juga. Aku masih akan baca novel, tapi aku juga akan mulai memperbanya bacak nonfiksi. Secara kuantitas, tahun ini aku menargetkan 25 buku.
  • Merutinkan ibadah sunah. Sampai saat ini, aku masih stuck di berusaha merutinkan salat dhuha. 2020 aku ingin mulai nambah ke ibadah sunah lain seperti salat rawatib.
  • Skincare. Baiklah, keinginan ini muncul setelah entah bagaimana aku ketemu post di Pinterest tentang skincare untuk remaja. Padahal aku sudah bukan remaja lagi. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, ya? Aku mau mulai dengan merutinkan cuci muka sebelum tidur dan maskeran setiap minggu.
  • Mengelola emosi. 2018 jadi tahun aku banyak bersedih. 2019 aku merasa aku terlalu mudah marah. 2020 aku berusaha mengendalikan emosi-emosi itu. Aku akan mulai dengan tidak langsung bereaksi terhadap sesuatu, lebih sering memikirkan apa yang akan kukatakan dan kulakukan agar tidak menyesal. Aku juga nggak akan ragu-ragu lagi untuk minta maaf kalau enggak sengaja kelepasan melakukan kesalahan.
Itu dulu sepertinya. Aku yakin sambil jalan aka nada resolusi baru yang muncul. I welcome them all. Semoga resolusi tahun ini tidak hanya sekadar menjadi kalimat optimis awal tahun tanpa arti. Semangat!
-irtupard

Komentar

Postingan populer dari blog ini

why birthdays are sad

  Hari ulangtahun adalah hari yang secara umum dianggap sebagai hari bahagia . Sebagian orang mungkin menganggap ulangtahun sebagai hari biasa , tidak ada yang perlu dirayakan . Keduanya valid, kita semua punya alasan ( ataupun tidak ). Kita mungkin sudah sering mendengar kedua hal tersebut , orang yang menganggap hari ulangtahun sebagai hari spesial dan orang yang biasa saja . Namun , taukah kamu beberapa orang justru sedih atau sendu pada hari ulangtahunnya ?   Sebagian orang menyebut fenomena ini sebagai birthday blues , sebagian yang lain menyebutnya sebagai birthday depression . M ungkin ad a banya k nam a dan sebuta n lain untu k fenom en a in i . Jau h sebelu m ak u mula i mencar i tah u mengena i ha l in i , ak u suda h serin g bertanya-tany a kepad a dirik u sendir i , mengap a serin g kali ak u meras a send u , sedi h , gunda h , gala u , meran a pada har i ulang tahunk u ? Peras...

About November

Ketika aku menulis ini, di luar sedang hujan. Aku sedang mengambil jeda sejenak di antara jadwal belajarku untuk mempersiapkan UTS semester 7. UTS kali ini, aku belajar lebih banyak, karena lebih banyak ketertinggalan yang kumiliki. Meski semester lalu sudah menjalani rutinitas yang kurang lebih sama, belajar di rumah dalam artian yang sebenarnya, namun semester ini banyak hal yang berbeda. Tidak ada lagi hitung-hitungan memusingkan kepala, yang ada adalah materi yang menuntut ketenangan dan kejernihan pemahaman. Sambil menulis ini, selain ditemani deru deras hujan, playlist Spotify berjudul    it's raining and you're looking at the window at 2 am   meminjamiku tambahan nuansa sendu. Untuk pertamakalinya dalam empat tahun, aku menikmati November di rumah. November tidak dikenal sebagai bulan apa-apa bagi sebagian orang, kecuali kawan-kawan kampus yang mungkin mengasosiasikan November dengan UTS. Namun bagiku, November tentu saja bulan yang tidak biasa. Aku tidak se...

Will You Miss Me?

Bakal kangen aku ra? Will you miss me? Beberapa dari teman-temanku menerima pesan semacam itu dariku malam itu. Aku mengirim pesan itu kepada 54 kontak whatsapp. Tidak semuanya terkirim, beberapa sudah berganti nomor dan alhasil pesan itu tidak sampai. Tapi Alhamdulillah 95% sampai. Beberapa langsung menjawab, beberapa bertanya ‘ngopo e Put?’ Jadi, kenapa? Diawali percakapan dengan salah seorang teman (Jamil, haha), kami membicarakan tentang satu kalimat pendek. ‘People change’. Kami membahas beberapa teori khas remaja (haha) seperti bahwa ‘semua orang berubah, hanya saja ketika seseorang berubah dan seorang yang lain berubah, perubahan mereka bisa menuju ke arah yang sama dan cocok atau menuju arah yang berlawanan yang membuat mereka merasa tidak menyukai satu sama lain’. Selain itu juga teori bahwa ‘seseorang selalu berubah menjadi seseorang yang dia bilang tidak akan jadi seperti itu’. Apaan sih, hehe. Lalu aku mulai bertanya-tanya, ‘Aku juga berubah don...