Langsung ke konten utama

Pengalaman ketika Liburan (PKL)

Besok, sekitar lima belas menit lagi ketika aku menulis ini, aku dan teman-teman tingkat tiga PKN STAN akan menjalani hari pertama praktik kerja lapangan. Sebagai bagian dari kurikulum semester enam, PKL adalah hal yang wajib kami lakukan. Akan tetapi, bila kita melihat dari sudut pandang lain, PKL adalah hal yang seharusnya ingin kita lakukan.
Jika kita melihat film atau serial televise dari barat, entah Amerika atau Eropa, internship adalah hal yang sangat wajar dilakukan oleh para pemuda yang baru lulus kuliah untuk berbagai tujuan. Tentu saja PKL dan internship seperti yang tergambar di TV tidak sepenuhnya bisa disamakan. Akan tetapi, mari sejenak kita kesampingkan perbedaannya dan berfokus pada kesamaannya.
Ada beberapa hal yang menurut internet perlu dilakukan ketika kita menjalani internship. Menurut situs cnbc.com dan businessinsider.com beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut.
1.      Mempelajari berbagai hal tentang tempat kita melakukan internship. Hal-hal yang perlu dipelajari di antaranya adalah nilai-nilai dan budaya instansi, struktur organisasi, visi misi, dan orang-orang penting di dalam instansi tersebut.
2.      Menampilkan kesan pertama yang baik. Kesan pertama bisa timbul dari ketepatan waktu, kerapian dalam berpakaian, kecakapan bekerja, maupun kesiapan dan kemauan kita untuk mengerjakan berbagai tugas.
3.      Bertanya dan mencatat berbagai hal. Kita tidak perlu takut untuk bertanya mengenai hal-hal yang tidak kita ketahui atau pahami. Dari pertanyaan tersebut, akan sangat baik apabila kita mencatat jawaban yang diberikan secara detail sehingga tidak ada yang terlewat. Selain melengkapi pengetahuan, hal ini juga akan menunjukkan kesungguhan kita dalam mempelajari hal baru.
4.      Membangun network dengan berbagai pihak. Internship atau PKL adalah kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk menebar jejaring hubungan. Kita perlu memulai pembicaraan terlebih dahulu dengan tetap memperhatikan adab dan sopan santun serta memperhatikan waktu yang tepat.
5.      Mempersiapkan diri untuk hal-hal yang tidak terduga. Berbagai hal yang sama sekali tidak kita duga bisa terjadi selama kita bekerja. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kita mempersiapkan diri dengan baik untuk hal-hal yang mendadak dan bersikap fleksibel terhadap hal-hal baru.
6.      Meminta feedback. Meski feedback berupa penilaian akan diberikan oleh pembimbing PKL, akan tetapi akan sangat baik apabila kita berinisiatif untuk meminta evaluasi dari berbagai pihak yang terlibat dengan kita pada suatu hari untuk dapat memperbaiki performa kita segera pada hari berikutnya.
Hal-hal yang disebutkan di atas mungkin terasa sangat ideal. Selain hal itu, aku akan menyampaikan hal-hal yang lebih praktikal.
1.      Jangan lupa bawa KTM
2.      Sarapan atau tidak sarapan, senyamannya saja
3.      Saling mengingatkan dengan teman di sekitar
4.      Jaga kesopanan dan nama baikmu, orang tua, serta kampus
5.      Jaga kesehatan
6.      Tarik nafas dalam-dalam, tahan, keluarkan
7.      Nikmati harimu
Selamat PKL!


-irtupard

Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

why birthdays are sad

  Hari ulangtahun adalah hari yang secara umum dianggap sebagai hari bahagia . Sebagian orang mungkin menganggap ulangtahun sebagai hari biasa , tidak ada yang perlu dirayakan . Keduanya valid, kita semua punya alasan ( ataupun tidak ). Kita mungkin sudah sering mendengar kedua hal tersebut , orang yang menganggap hari ulangtahun sebagai hari spesial dan orang yang biasa saja . Namun , taukah kamu beberapa orang justru sedih atau sendu pada hari ulangtahunnya ?   Sebagian orang menyebut fenomena ini sebagai birthday blues , sebagian yang lain menyebutnya sebagai birthday depression . M ungkin ad a banya k nam a dan sebuta n lain untu k fenom en a in i . Jau h sebelu m ak u mula i mencar i tah u mengena i ha l in i , ak u suda h serin g bertanya-tany a kepad a dirik u sendir i , mengap a serin g kali ak u meras a send u , sedi h , gunda h , gala u , meran a pada har i ulang tahunk u ? Peras...

About November

Ketika aku menulis ini, di luar sedang hujan. Aku sedang mengambil jeda sejenak di antara jadwal belajarku untuk mempersiapkan UTS semester 7. UTS kali ini, aku belajar lebih banyak, karena lebih banyak ketertinggalan yang kumiliki. Meski semester lalu sudah menjalani rutinitas yang kurang lebih sama, belajar di rumah dalam artian yang sebenarnya, namun semester ini banyak hal yang berbeda. Tidak ada lagi hitung-hitungan memusingkan kepala, yang ada adalah materi yang menuntut ketenangan dan kejernihan pemahaman. Sambil menulis ini, selain ditemani deru deras hujan, playlist Spotify berjudul    it's raining and you're looking at the window at 2 am   meminjamiku tambahan nuansa sendu. Untuk pertamakalinya dalam empat tahun, aku menikmati November di rumah. November tidak dikenal sebagai bulan apa-apa bagi sebagian orang, kecuali kawan-kawan kampus yang mungkin mengasosiasikan November dengan UTS. Namun bagiku, November tentu saja bulan yang tidak biasa. Aku tidak se...

Will You Miss Me?

Bakal kangen aku ra? Will you miss me? Beberapa dari teman-temanku menerima pesan semacam itu dariku malam itu. Aku mengirim pesan itu kepada 54 kontak whatsapp. Tidak semuanya terkirim, beberapa sudah berganti nomor dan alhasil pesan itu tidak sampai. Tapi Alhamdulillah 95% sampai. Beberapa langsung menjawab, beberapa bertanya ‘ngopo e Put?’ Jadi, kenapa? Diawali percakapan dengan salah seorang teman (Jamil, haha), kami membicarakan tentang satu kalimat pendek. ‘People change’. Kami membahas beberapa teori khas remaja (haha) seperti bahwa ‘semua orang berubah, hanya saja ketika seseorang berubah dan seorang yang lain berubah, perubahan mereka bisa menuju ke arah yang sama dan cocok atau menuju arah yang berlawanan yang membuat mereka merasa tidak menyukai satu sama lain’. Selain itu juga teori bahwa ‘seseorang selalu berubah menjadi seseorang yang dia bilang tidak akan jadi seperti itu’. Apaan sih, hehe. Lalu aku mulai bertanya-tanya, ‘Aku juga berubah don...