Langsung ke konten utama

(A) Quarter Quell


Belum membaik, belum terkendali.

Di samping berbagai upaya pemerintah dan masyarakat, pandemi ini belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
Aku sekarang berada di kampung halaman. Aku tau, pada kiriman sebelumnya aku menyatakan tidak akan pulang. Tetapi ternyata, kondisi mental dan finansial keluarga tidak memungkinkan aku untuk terus berada di Bintaro. Hari ini, ketika aku menulis ini, adalah hari ke duabelas aku melaksanakan karantina mandiri. Alhamdulillah, aku masih sehat.

Update: sekarang sudah lebih dari sebulan aku di rumah.
Setelah melewati periode frustasi susah sinyal padahal PJJ sudah berlangsung, akhirnya sekarang aku dapat belajar dengan cukup lancar karena ibu memutuskan untuk memasang Wifi. Ucapkan apa? Alhamdulillah.

Physical distancing mengubah hidup hampir semua orang di dunia. Aku hampir tidak pernah keluar rumah kecuali untuk pergi ke toko membeli kopi sasetan. Malam minggu bukan lagi waktu yang ditunggu untuk keluar malam dan jajan-jajan. Tidak ada orang menyebar undangan pernikahan.
Ramadan pun sepi, khususnya di sekitar rumahku.

Jika tidak berhati-hati, tentunya masa-masa ini dapat membuat kita tertarik menjauh dari kenyataan. Jika tidak melihat berita di internet atau televisi, aku akan dengan mudah melupakan bahwa dunia sedang menghadapi perang tak kasat mata. Sebaliknya, jika terlalu banyak membaca berita, aku akan dengan mudah terhanyut dalam kekhawatiran dan mengabaikan kehidupanku yang tetap harus berjalan.

Lebih dari hari-hari yang lalu, saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk kita menjadi lebih peduli. Entah dengan alasan apapun, kepedulian kita tidak akan tersia-siakan. Semua orang bisa melakukan sesuatu untuk saling membantu dan mempermudah kehidupan satu sama lain. Perang ini harus kita menangkan bersama.

Tulisan ini akan sangat telat diunggah dibanding jadwal semula yaitu sekitar minggu ke dua bulan April. Namun April masih seberat Januari, Februari, dan Maret. Bahkan lebih. Meski demikian, April juga tetap harus dilalui.

Esok akan lebih baik, insyaallah.

-irtupard

Komentar

Postingan populer dari blog ini

why birthdays are sad

  Hari ulangtahun adalah hari yang secara umum dianggap sebagai hari bahagia . Sebagian orang mungkin menganggap ulangtahun sebagai hari biasa , tidak ada yang perlu dirayakan . Keduanya valid, kita semua punya alasan ( ataupun tidak ). Kita mungkin sudah sering mendengar kedua hal tersebut , orang yang menganggap hari ulangtahun sebagai hari spesial dan orang yang biasa saja . Namun , taukah kamu beberapa orang justru sedih atau sendu pada hari ulangtahunnya ?   Sebagian orang menyebut fenomena ini sebagai birthday blues , sebagian yang lain menyebutnya sebagai birthday depression . M ungkin ad a banya k nam a dan sebuta n lain untu k fenom en a in i . Jau h sebelu m ak u mula i mencar i tah u mengena i ha l in i , ak u suda h serin g bertanya-tany a kepad a dirik u sendir i , mengap a serin g kali ak u meras a send u , sedi h , gunda h , gala u , meran a pada har i ulang tahunk u ? Peras...

About November

Ketika aku menulis ini, di luar sedang hujan. Aku sedang mengambil jeda sejenak di antara jadwal belajarku untuk mempersiapkan UTS semester 7. UTS kali ini, aku belajar lebih banyak, karena lebih banyak ketertinggalan yang kumiliki. Meski semester lalu sudah menjalani rutinitas yang kurang lebih sama, belajar di rumah dalam artian yang sebenarnya, namun semester ini banyak hal yang berbeda. Tidak ada lagi hitung-hitungan memusingkan kepala, yang ada adalah materi yang menuntut ketenangan dan kejernihan pemahaman. Sambil menulis ini, selain ditemani deru deras hujan, playlist Spotify berjudul    it's raining and you're looking at the window at 2 am   meminjamiku tambahan nuansa sendu. Untuk pertamakalinya dalam empat tahun, aku menikmati November di rumah. November tidak dikenal sebagai bulan apa-apa bagi sebagian orang, kecuali kawan-kawan kampus yang mungkin mengasosiasikan November dengan UTS. Namun bagiku, November tentu saja bulan yang tidak biasa. Aku tidak se...

Will You Miss Me?

Bakal kangen aku ra? Will you miss me? Beberapa dari teman-temanku menerima pesan semacam itu dariku malam itu. Aku mengirim pesan itu kepada 54 kontak whatsapp. Tidak semuanya terkirim, beberapa sudah berganti nomor dan alhasil pesan itu tidak sampai. Tapi Alhamdulillah 95% sampai. Beberapa langsung menjawab, beberapa bertanya ‘ngopo e Put?’ Jadi, kenapa? Diawali percakapan dengan salah seorang teman (Jamil, haha), kami membicarakan tentang satu kalimat pendek. ‘People change’. Kami membahas beberapa teori khas remaja (haha) seperti bahwa ‘semua orang berubah, hanya saja ketika seseorang berubah dan seorang yang lain berubah, perubahan mereka bisa menuju ke arah yang sama dan cocok atau menuju arah yang berlawanan yang membuat mereka merasa tidak menyukai satu sama lain’. Selain itu juga teori bahwa ‘seseorang selalu berubah menjadi seseorang yang dia bilang tidak akan jadi seperti itu’. Apaan sih, hehe. Lalu aku mulai bertanya-tanya, ‘Aku juga berubah don...