Belum membaik, belum terkendali.
Di samping berbagai upaya
pemerintah dan masyarakat, pandemi ini belum menunjukkan tanda-tanda akan
segera berakhir.
Aku sekarang berada di
kampung halaman. Aku tau, pada kiriman sebelumnya aku menyatakan tidak akan pulang.
Tetapi ternyata, kondisi mental dan finansial keluarga tidak memungkinkan aku
untuk terus berada di Bintaro. Hari ini, ketika aku menulis ini, adalah hari ke
duabelas aku melaksanakan karantina mandiri. Alhamdulillah, aku masih
sehat.
Update: sekarang sudah
lebih dari sebulan aku di rumah.
Setelah melewati periode
frustasi susah sinyal padahal PJJ sudah berlangsung, akhirnya sekarang aku
dapat belajar dengan cukup lancar karena ibu memutuskan untuk memasang Wifi.
Ucapkan apa? Alhamdulillah.
Physical distancing
mengubah hidup hampir semua orang di dunia. Aku hampir tidak pernah keluar
rumah kecuali untuk pergi ke toko membeli kopi sasetan. Malam minggu bukan lagi
waktu yang ditunggu untuk keluar malam dan jajan-jajan. Tidak ada orang
menyebar undangan pernikahan.
Ramadan pun sepi,
khususnya di sekitar rumahku.
Jika tidak berhati-hati,
tentunya masa-masa ini dapat membuat kita tertarik menjauh dari kenyataan. Jika
tidak melihat berita di internet atau televisi, aku akan dengan mudah melupakan
bahwa dunia sedang menghadapi perang tak kasat mata. Sebaliknya, jika terlalu
banyak membaca berita, aku akan dengan mudah terhanyut dalam kekhawatiran dan
mengabaikan kehidupanku yang tetap harus berjalan.
Lebih dari hari-hari yang
lalu, saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk kita menjadi lebih peduli. Entah
dengan alasan apapun, kepedulian kita tidak akan tersia-siakan. Semua orang
bisa melakukan sesuatu untuk saling membantu dan mempermudah kehidupan satu
sama lain. Perang ini harus kita menangkan bersama.
Tulisan ini akan sangat
telat diunggah dibanding jadwal semula yaitu sekitar minggu ke dua bulan April.
Namun April masih seberat Januari, Februari, dan Maret. Bahkan lebih. Meski demikian,
April juga tetap harus dilalui.
Esok akan lebih baik, insyaallah.
-irtupard
Komentar
Posting Komentar