Langsung ke konten utama

Refocusing - Evaluasi Resolusi 2020


Halo teman-teman! Apa kabar?

Aku baru saja selesai menjalani UTS Online Semester 6, pertama kali dalam sejarah PKN STAN. Wow? Wow!
Cerita singkat tentang UTS, ya. Beda banget rasanya UTS offline dengan online, selain dari metodenya, juga atmosfernya. Secara pribadi, aku jauh lebih deg-degan UTS offline karena selain urusan teknis yang lumayan ribet dan asing, juga karena kegalauan ‘seberapa ngoyo aku harus belajar’. Selain itu, sebelum UTS/UAS aku sering mengalami demotivasi yang menjengkelkan. Biasanya, coping mechanism-ku adalah dengan membuat care package alias UTS/UAS kit untuk teman-teman. Nah, karena PJJ dan UOL, makanya hal tersebut mustahil untuk dilakukan. Aku lumayan kelabakan gara-gara itu.

Tapi, post ini bukan mau ngomongin soal itu.

Di akhir bulan Juni ini, aku akan mengevaluasi resolusi 2020 yang pernah aku post bulan Januari lalu. Shout out to Javier yang udah menyarankan (menyuruh) aku bikin evaluasi ini!
Oke, lanjut.

Olahraga rutin. Awal tahun lalu aku sempat banyak olahraga karena waktu itu lagi diet. Sebenernya udah nemu polanya biar bisa rutin, tapi karena tujuannya cuma buat diet, jadi pas diet udah selesai olahraganya juga nggak semangat. Untuk tahun 2020 aku mau olahraga buat menjaga kesehatan dan kebugaran!

Oit haha. Oke jadi, aku sempet mengalami masa-masa aku rajin olahraga juga 2020 ini, tapi, masih nggak rutin juga. Terutama selama bulan puasa dan syawal kemarin, itu hancur pokoknya haha. Tapi alhamdulillah sekarang sudah mulai lagi. Doakan semoga konsisten. Jadi intinya, BELOM TERCAPAI.

Makan lebih sehat. Sehat di sini dalam artian menunya lengkap dan seimbang. Memang agak susah buat menerapkan ini karena kalau beli sayur di warung makan sekitar kos jarang banget ada sayuran hijau. Maka dari itu, akhir tahun lalu aku menyiasatinya dengan beli sayur mentah dan dimasak sederhana (biasanya direbus sebentar) kalau nggak bisa beli sayur matang.

Kemarin selama masih di kosan dan PKL, hal ini masih lumayan bisa diusahakan. Tapi justru ketika sekarang di rumah (dan dalam kondisi pandemic), ini susah banget diterusin. Kalau di rumah, Cuma ngikut aja apa yang mau dimasak sama Bundo. Jadi intinya, BELOM TERCAPAI.

Menurunkan berat badan. Iya, walaupun tahun lalu sudah turun lumayan banyak dan dari BMInya pun masih normal, tapi aku masih merasa butuh nurunin beberapa kilogram lagi. Bedanya, tahun ini aku akan lebih santai dan nggak restricting.

Jujur aja ini aku nggak tau karena timbangan di rumah nggak digital dan agak rusak. Tapi dari data timbangan rusak itu belum kelihatan penurunan lagi. Jadi, sepertinya juga BELUM TERCAPAI.

Membaca lebih banyak buku yang lebih beragam. Sejak dua tahun lalu aku pasang target minimal buku yang mau kubaca dalam setahun. Alhamdulillah, selalu tercapai dan enggak merasa keberatan. Tahun ini aku pasang target jauh lebih banyak. Selain secara kuantitas, aku mau meningkatkan kualitas bacaanku juga. Aku masih akan baca novel, tapi aku juga akan mulai memperbanya bacak nonfiksi. Secara kuantitas, tahun ini aku menargetkan 25 buku.

Aye! Yang ini sudah on progress dong! Dan itu juga salah ketik, harusnya 35 buku. Sejauh ini, aku sudah baca beberapa buku self-development dan non-fiksi lain. Ternyata tetep menarik kok! Oh iya, selain non-fiksi, aku juga mulai baca novel dengan genre yang nggak biasa kubaca. Dan surprisingly, aku malah tertarik banget sama novel klasik!

Merutinkan ibadah sunah. Sampai saat ini, aku masih stuck di berusaha merutinkan salat dhuha. 2020 aku ingin mulai nambah ke ibadah sunah lain seperti salat rawatib.

Hmmm jadi, kemarin selama PKL aku sekamar sama Nikmah yang rajin banget ibadah sunah macem-macem. Aku jadi ketularan dong, dan masih berusaha mempertahankan. Bisa dibilang ini on progress tapi belum memenuhi target.

Skincare. Baiklah, keinginan ini muncul setelah entah bagaimana aku ketemu post di Pinterest tentang skincare untuk remaja. Padahal aku sudah bukan remaja lagi. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, ya? Aku mau mulai dengan merutinkan cuci muka sebelum tidur dan maskeran setiap minggu.

Ini belum rutin! Tapi sudah sempet rutin! (Ngerti nggak?) Pokoknya ada masanya gitu aku rajin dan ada masanya juga aku malas. Tapi intinya, BELUM TERCAPAI.

Mengelola emosi. 2018 jadi tahun aku banyak bersedih. 2019 aku merasa aku terlalu mudah marah. 2020 aku berusaha mengendalikan emosi-emosi itu. Aku akan mulai dengan tidak langsung bereaksi terhadap sesuatu, lebih sering memikirkan apa yang akan kukatakan dan kulakukan agar tidak menyesal. Aku juga nggak akan ragu-ragu lagi untuk minta maaf kalau enggak sengaja kelepasan melakukan kesalahan.

When I wrote this, I didn’t know what was coming. LMAO. Oke intinya aja, aku sudah melakukan beberapa upaya untuk menuju ke pengelolaan emosi yang lebih baik. Tapi, aku belum bisa menilai apakah udah berhasil atau belum.

Nah, nah. Cukup sekian evaluasi bulan ini. Haha. Setelah berkaca, sampai setengah jalan tahun ini terlewati, ternyata masih banyak hal yang belum on track untuk menuju tercapai. Artinya, harus dilakukan refocusing agar resolusi-resolusi itu menjadi kenyataan.
Aku berharap, tulisan ini akan membuat teman-teman juga mau untuk menengok 6 bulan ke belakang dan melihat sudah sejauh apa teman-teman melangkah dan apakah arahnya sudah benar. Akan kuulangi doa Januari lalu. 
Semoga resolusi tahun ini tidak hanya sekadar menjadi kalimat optimis awal tahun tanpa arti. Semangat!
-irtupard




Komentar

Postingan populer dari blog ini

why birthdays are sad

  Hari ulangtahun adalah hari yang secara umum dianggap sebagai hari bahagia . Sebagian orang mungkin menganggap ulangtahun sebagai hari biasa , tidak ada yang perlu dirayakan . Keduanya valid, kita semua punya alasan ( ataupun tidak ). Kita mungkin sudah sering mendengar kedua hal tersebut , orang yang menganggap hari ulangtahun sebagai hari spesial dan orang yang biasa saja . Namun , taukah kamu beberapa orang justru sedih atau sendu pada hari ulangtahunnya ?   Sebagian orang menyebut fenomena ini sebagai birthday blues , sebagian yang lain menyebutnya sebagai birthday depression . M ungkin ad a banya k nam a dan sebuta n lain untu k fenom en a in i . Jau h sebelu m ak u mula i mencar i tah u mengena i ha l in i , ak u suda h serin g bertanya-tany a kepad a dirik u sendir i , mengap a serin g kali ak u meras a send u , sedi h , gunda h , gala u , meran a pada har i ulang tahunk u ? Peras...

About November

Ketika aku menulis ini, di luar sedang hujan. Aku sedang mengambil jeda sejenak di antara jadwal belajarku untuk mempersiapkan UTS semester 7. UTS kali ini, aku belajar lebih banyak, karena lebih banyak ketertinggalan yang kumiliki. Meski semester lalu sudah menjalani rutinitas yang kurang lebih sama, belajar di rumah dalam artian yang sebenarnya, namun semester ini banyak hal yang berbeda. Tidak ada lagi hitung-hitungan memusingkan kepala, yang ada adalah materi yang menuntut ketenangan dan kejernihan pemahaman. Sambil menulis ini, selain ditemani deru deras hujan, playlist Spotify berjudul    it's raining and you're looking at the window at 2 am   meminjamiku tambahan nuansa sendu. Untuk pertamakalinya dalam empat tahun, aku menikmati November di rumah. November tidak dikenal sebagai bulan apa-apa bagi sebagian orang, kecuali kawan-kawan kampus yang mungkin mengasosiasikan November dengan UTS. Namun bagiku, November tentu saja bulan yang tidak biasa. Aku tidak se...

Will You Miss Me?

Bakal kangen aku ra? Will you miss me? Beberapa dari teman-temanku menerima pesan semacam itu dariku malam itu. Aku mengirim pesan itu kepada 54 kontak whatsapp. Tidak semuanya terkirim, beberapa sudah berganti nomor dan alhasil pesan itu tidak sampai. Tapi Alhamdulillah 95% sampai. Beberapa langsung menjawab, beberapa bertanya ‘ngopo e Put?’ Jadi, kenapa? Diawali percakapan dengan salah seorang teman (Jamil, haha), kami membicarakan tentang satu kalimat pendek. ‘People change’. Kami membahas beberapa teori khas remaja (haha) seperti bahwa ‘semua orang berubah, hanya saja ketika seseorang berubah dan seorang yang lain berubah, perubahan mereka bisa menuju ke arah yang sama dan cocok atau menuju arah yang berlawanan yang membuat mereka merasa tidak menyukai satu sama lain’. Selain itu juga teori bahwa ‘seseorang selalu berubah menjadi seseorang yang dia bilang tidak akan jadi seperti itu’. Apaan sih, hehe. Lalu aku mulai bertanya-tanya, ‘Aku juga berubah don...