Sebenarnya, saat ini aku
sama sekali sedang tidak terinspirasi. Akan tetapi, demi menjaga momentum satu
tulisan per bulan, aku akan tetap menulis sesuatu.
Bulan Agustus kali ini
padat, sejak awal bulan aku sudah mulai disibukkan dengan deadline tugas
dan persiapan UAS. Bulan ini, aku hanya bisa membaca 2 buku dengan halaman yang
relatif tipis (di bawah 200 halaman). Selain buku Rudy Habibie (biografi Pak Habibie
yang berfokus pada masa muda) yang kubaca pada awal bulan, buku lain yang
kubaca berjudul The Return of The Young Prince. Buku yang kedua itu kurang
kusuka sehingga sama sekali tidak meninggalkan bekas padaku.
Aku sedang disibukkan
dengan hobi baruku menggandrungi BTS. I’m late to the party, I know. But,
whatever.
Salah satu hal yang
kudapat dari aktivitasku menonton berbagai video kompilasi maupun weverse
maupun vlive mereka adalah bahwa aku sangat merindukan interaksi dengan
teman-teman dekatku, terutama di kampus. Aku mendapati diriku bertanya-tanya
bagaimana rasanya secara random menepuk lengan teman yang duduk di sampingku,
atau sekadar duduk bersebelahan dan makan bersama di kantin Parma.
Tidak menyangka, kan, hal
sesederhana itu bisa menyebabkan suatu perasaan yang sehebat rindu?
Demikianlah, tidak banyak
yang dapat dilakukan manusia setelah menyadari bahwa mereka kehilangan sesuatu
yang ternyata berharga bagi mereka. Untuk kembali ke masa-masa itu bukanlah hal
yang mudah untuk bahkan sekadar diprediksi kapan terjadinya. Yang dapat kita
lakukan sekarang adalah mengambil peran kita agar segala kegilaan ini segera
reda.
Karena aku belum pernah
merasa serindu ini dan setidakberdaya ini, terutama segila ini.
Komentar
Posting Komentar