Langsung ke konten utama

Do Not Disturb Mode

 

Aku tidak akan mempromosikan tulisan kali ini. Alih-alih berbagi sesuatu yang mungkin bisa dinikmati atau bermanfaat, aku akan mencurahkan perasaanku.

Perkuliahan sudah memasuki semester ke 7 ketika aku menulis tulisan ini. Dalam berbagai hal, perubahan dan perbedaan cukup membuatku terkejut. Adaptasiku yang kurang cepat, sepatu yang tidak senantiasa dalam keadaan siap dipakai, membuatku kagok ketika pada akhirnya perubahan terjadi tanpa jalan kembali. Meski demikian, aku tidak yakin apakah hal tersebut yang memantik perubahan dalam diriku.

Sejak semester 1 perkuliahan, aku selalu berusaha menjaga agar informasi yang kudapat dalam hal kehidupan kampus selalu merupakan yang terbaru. Aku akan mengamati dan berpartisipasi. Namun, belakangan ini, justru aku lebih sering tidak mengamati, apalagi berpartisipasi. Entah karena gairah sebagai mahasiswa meredup akibat terpisah dari denyut kehidupan kampus atau sebab lain.

Mode do not disturb yang baru kutemukan di ponselku memberiku kenyamanan yang sebelumnya tidak pernah kunikmati. Kenyamanan itu adalah kenyamanan dari tidak adanya kewajiban membaca, merespon, dan menanggapi apapun yang muncul saat itu juga. Kenyamanan itu adalah kenyamanan dari adanya rasa bahwa aku yang mengendalikan kapan aku akan memberikan jawaban atau respon atas apapun yang datang kepadaku. Mungkin karena dalam dunia nyata, rasa pengendalian tersebut tidak benar-benar ada. Ketika semester baru datang, aku harus menghadapinya, tidak peduli siap atau tidak. Aku tidak bisa dengan mudah menyalakan mode DND dan mengabaikan notifikasi dunia begitu saja.

Maka dari itu, maafkan aku apabila pesanmu tidak kubalas segera, pertanyaanmu tidak terjawab sesaat setelah kautanya. Aku sedang menikmati kenyamanan semu yang mode DND berikan padaku. Sebentar saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

why birthdays are sad

  Hari ulangtahun adalah hari yang secara umum dianggap sebagai hari bahagia . Sebagian orang mungkin menganggap ulangtahun sebagai hari biasa , tidak ada yang perlu dirayakan . Keduanya valid, kita semua punya alasan ( ataupun tidak ). Kita mungkin sudah sering mendengar kedua hal tersebut , orang yang menganggap hari ulangtahun sebagai hari spesial dan orang yang biasa saja . Namun , taukah kamu beberapa orang justru sedih atau sendu pada hari ulangtahunnya ?   Sebagian orang menyebut fenomena ini sebagai birthday blues , sebagian yang lain menyebutnya sebagai birthday depression . M ungkin ad a banya k nam a dan sebuta n lain untu k fenom en a in i . Jau h sebelu m ak u mula i mencar i tah u mengena i ha l in i , ak u suda h serin g bertanya-tany a kepad a dirik u sendir i , mengap a serin g kali ak u meras a send u , sedi h , gunda h , gala u , meran a pada har i ulang tahunk u ? Peras...

About November

Ketika aku menulis ini, di luar sedang hujan. Aku sedang mengambil jeda sejenak di antara jadwal belajarku untuk mempersiapkan UTS semester 7. UTS kali ini, aku belajar lebih banyak, karena lebih banyak ketertinggalan yang kumiliki. Meski semester lalu sudah menjalani rutinitas yang kurang lebih sama, belajar di rumah dalam artian yang sebenarnya, namun semester ini banyak hal yang berbeda. Tidak ada lagi hitung-hitungan memusingkan kepala, yang ada adalah materi yang menuntut ketenangan dan kejernihan pemahaman. Sambil menulis ini, selain ditemani deru deras hujan, playlist Spotify berjudul    it's raining and you're looking at the window at 2 am   meminjamiku tambahan nuansa sendu. Untuk pertamakalinya dalam empat tahun, aku menikmati November di rumah. November tidak dikenal sebagai bulan apa-apa bagi sebagian orang, kecuali kawan-kawan kampus yang mungkin mengasosiasikan November dengan UTS. Namun bagiku, November tentu saja bulan yang tidak biasa. Aku tidak se...

Will You Miss Me?

Bakal kangen aku ra? Will you miss me? Beberapa dari teman-temanku menerima pesan semacam itu dariku malam itu. Aku mengirim pesan itu kepada 54 kontak whatsapp. Tidak semuanya terkirim, beberapa sudah berganti nomor dan alhasil pesan itu tidak sampai. Tapi Alhamdulillah 95% sampai. Beberapa langsung menjawab, beberapa bertanya ‘ngopo e Put?’ Jadi, kenapa? Diawali percakapan dengan salah seorang teman (Jamil, haha), kami membicarakan tentang satu kalimat pendek. ‘People change’. Kami membahas beberapa teori khas remaja (haha) seperti bahwa ‘semua orang berubah, hanya saja ketika seseorang berubah dan seorang yang lain berubah, perubahan mereka bisa menuju ke arah yang sama dan cocok atau menuju arah yang berlawanan yang membuat mereka merasa tidak menyukai satu sama lain’. Selain itu juga teori bahwa ‘seseorang selalu berubah menjadi seseorang yang dia bilang tidak akan jadi seperti itu’. Apaan sih, hehe. Lalu aku mulai bertanya-tanya, ‘Aku juga berubah don...