Saat ini aku berusia 22 tahun. Mungkin sudah agak terlambat bagiku untuk menyadari bahwa aku sudah benar-benar memasuki fase muda-dewasa dalam kehidupan. Sudah hampir enam bulan aku tinggal sendirian, jauh dari keluarga dan teman-temanku. Tentu saja aku kemudian bertemu teman-teman baru dan menjalani rutinitas baru. Bisa dibilang, aku sedang membuka lembar baru dalam hidupku. Bukan pilihanku.
Banyak hal yang kulakukan untuk mengisi kekosongan lembar baruku itu. I've been reading a lot of self-help books, in hope to help myself, to understand my emotions better. I like doing it so far. I hope it actually helps me and not just distracts me from the actual problem. I've been buying plushies too, because they're soft, fluffy, and quiet. Oh, and also, I'm a photocard hoarder now. Thank God for K-Pop idols and their cute little selfie poses.
Sejujurnya aku merasa sejauh ini aku tidak pernah mengambil keputusan besar dalam hidupku. Aku sekolah, kuliah, kemudian bekerja sesuai dengan jalur yang sudah tersedia. Bisa dibilang hidupku mudah. Aku tidak akan mengaku-ngaku bahwa aku pintar, namun sejauh ini aku tidak pernah mengalami kesulitan dalam hal pendidikan sampai lulus kuliah dengan cukup baik. Keluargaku tidak kaya, namun orangtuaku selalu menyediakan apa yang kubutuhkan sehingga aku bisa menjalani keseharianku dengan baik. I'm living a comfortable life. Alhamdulillah.
But I've been crying a lot. Dan memang bukan baru-baru ini saja, melainkan sudah sejak lama. Hanya saja, baru-baru ini, aku semakin sering menangis tanpa sebab. Atau mungkin ada sebabnya, hanya saja aku belum dapat menemukannya. Sering kali aku menemukan diriku berpikir, sedang apa aku ini? Tentu saja aku bernafas, makan, berjalan, tidur, bersosialisasi, bekerja. Untuk apa?
Tergantung dari sudut pandang apa pertanyaan itu diajukan, sebenarnya selalu ada jawaban. Beribadah, bermanfaat bagi orang lain, menjadi anak yang berbakti, berguna bagi bangsa dan negara. Semua hal itu benar dan cukup, tapi entah mengapa tidak terasa seperti jawaban yang tepat bagiku saat ini.
Inikah yang disebut quarter-life crisis?
Komentar
Posting Komentar